Minggu, 27 Juni 2010

ninininini

kuatkah aku untuk itu?
ya, ini adalah keputusannya.
Tuhan, tolonglah aku
Engkau lah yang mengetahui seluruh isi hati ini.
jika keadaannya sedang rumit seperti ini,
aku hanya memilih diam
aku tak ingin bertanya,
karena apa?
betapa aku takut kahilangannya.
tuhan, jika dia kuat tanpa cintaku,
kuatkan aku juga tanpa cintanya.
kenapa mesti ada dia?
kenapa mesti ada kehadirannya?
rasanya terlambat sudah jika aku membuang segala rasa,
melupakan semuanya.
itu semua sudah telat dan bahkan sangat telat.
begitu rasa ini mati buat siapapun,
yang ada hanya dia
dan takkan ada yang lain.
Tuhan,, kemana akram baikku?
kemana nini yang sayang aku?
kemana furqan yang membuat aku tersenyum sangat ikhlas?
Tuhan, aku tau Engkau mengetahui
bagaimana sakitnya cinta yang tak terbalas.
Aku tidak sanggup melihatnya tidak dengan cintaku,
aku tak sanggup melihatnya pergi,
apa yang harus aku lakukan?
akankah dia betul betul pergi dan meninggalkan semua perihku?
sama siapa aku akan tersenyum kembali?
Tuhan, aku begitu takut kehilangan,
apakah ini tandanya aku ga bisa memiliki?
sebegitukah?
aku tak tau apa ini namanya.
terlanjur cinta kah?
terlanjur harapkah?
Tuhan, aku hanya ingin bahagia,
jika kesedihan terus yang menghampiriku,
izinkan aku bahagia dengan sedihku.
Tuhan, jika aku lemah,
izinkanlah aku kuat dengan lemahku..
begitu bodohnya aku
yang mencintai cinta yang tak terbalas
sampai akhirnya aku mati rasa.
sampai kapan pun, tidak akan ada akram yang lain.
jika dia bahagia tanpa ada aku,
izinkan aku bahagia karena bahagianya...
tidak ada lagi harapan.
harapanku hanyalah bahagia
disisa hidupku yang entah kapan habisnya..